Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah sudah memasuki suasana kemerdekaan NKRI. Sepanjang jalan ramai dengan berbagai atribut berwarna merah putih. Mulai dari rumah, kantor, dan bahkan gedung sekolah juga sudah mengibarkan bendera merah putih.

Rasa cinta tanah air memang sudah sepatutnya ditunjukkan dengan sikap semangat belajar dan melakukan amalan-amalan kebaikan. Segala bentuk perjuangan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia harus diingat setiap saat sebagai bentuk amalan keseharian warga negara Indonesia yang baik. Rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala juga tidak boleh dilupakan karena hanya dengan pertolongan dan melalui rahmat-Nya, tanah air kita merdeka dari penjajahan, senantiasa hidup rukun dan damai dengan segala keberagaman yang dimiliki hingga detik ini.

Begitu pula yang dilakukan oleh murid-murid dan guru SDI Imam Syafi’i, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan Republik Indonesia, kami menghias sekolah dengan nuansa merah putih. Salah satunya dengan membuat hiasan merah putih dari gelas plastik. Kami melakukannya dengan saling gotong royong dan semangat di sela-sela Kegiatan Belajar Mengajar. Tampak jelas wajah penuh konsentrasi yang terpancar pada wajah anak-anak ketika mewarnai gelas-gelas plastik tersebut. Saat pihak sekolah menghimbau anak-anak untuk membawa gelas bekas, mereka seolah sudah paham bahwa akan diajak untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan di sekolah. Bahkan sebelum bel masuk berbunyi kala itu, anak-anak sudah antri bertanya kapan gelas-gelas itu akan dihias.

Semoga semangat selalu berkobar dalam meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa dan selalu semangat dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Barakallah fiikum.

2 thoughts to “Semangat Warga Sekolah dalam Suasana Kemerdekaan NKRI

  • Endang Sulistyowati

    Alhamdulillah… Terus kobarkan semangat nasionalisme anak” generasi penerus bangsa Indonesia berbasis Islami… Semangat !!!

    Balas
    • Admin

      InsyaAllah. Mari kita bersama berjuang untuk masa depan pendidikan generasi penerus bangsa, Bu. Terima kasih. Jazakillah khairan.

      Balas

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.